jpnn.com, PELALAWAN - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menginstruksikan peningkatan patroli terpadu dan pelaksanaan operasi sapu jerat di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan.
Hal itu disampaikan Irjen Herry menyusul ditemukannya seekor anak Gajah Sumatra mati dengan kondisi kaki terjerat tali, Kamis (26/2/2026).
“Untuk selanjutnya, kami akan lakukan operasi sapu jerat,” tegas Herry saat meninjau langsung lokasi penemuan bangkai gajah tersebut.
Kapolda turun langsung ke area hutan bersama kepala BKSDA Riau Supartono guna melakukan observasi dan memastikan proses penyelidikan berjalan maksimal.
Ia turut menurunkan tim dari Bidang Laboratorium Forensik (Labfor), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus), dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Riau untuk mendalami penyebab kematian satwa dilindungi itu.
Anak gajah jantan berusia sekitar lima tahun tersebut ditemukan dalam kondisi mulai membusuk, sekitar 200 meter dari batas kawasan taman nasional.
Bangkai satwa itu pertama kali diketahui petugas TNTN saat patroli rutin sekitar pukul 12.00 WIB.
“Dari hasil sementara, kaki gajah tersebut ada bekas jeratan dan talinya juga masih utuh,” ujar Herry.












































