jpnn.com, JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla merespons surat undangan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (DPP PATRIA PMKRI) untuk berdialog tentang Merawat Tenun Kebangsaan.
Respons Jusuf Kalla tersebut disampaikan melalui stafnya bernama Dewi Meifira pada Selasa (14/4/2026).
“Sehubungan dengan Surat undangan dialog untuk Bapak JK (Jusuf Kalla, red) tanggal 15 April 2026, kami sampaikan permohonan maaf, beliau tidak bisa hadir karena masih berada di luar negeri,” ujar Dewi dalam pesan WhatsApp diterima Ketua Bidang Internal Organisasi DPP PATRIA PMKRI Friederich Batari.
Ketua Umum DPP PATRIA PMKRI Periode 2025-2030 Agustinus Tamo Mbapa mengapreasi atas respons tokoh nasional Muhammad Jusuf Kalla kepada organisasi yang dipimpinnya sebagai upaya membangun dialog kebangsaan.
“Semoga nanti setelah kembali dari luar negeri dan pada waktu yang tepat Pak JK dapat berdialog dengan DPP PATRIA,” ujar Gustaf sapaan akrab Agustinus Tamo Mbapa.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (DPP PATRIA PMKRI) mengundang Wakil Presiden ke-10 dan 12 Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla untuk berdialog tentang Merawat Tenun Kebangsaan yan akan berlangsung pada Rabu, 15 April 2026 Pukul 10.00 – 12.00 WIB di Gedung Joeang 45 Jl. Menteng Raya No.31, Menteng, Jakarta Pusat.
DPP PATRIA PMKRI dalam surat bernomor 07/Ext/DPP/04/2026 tertanggal 12 April 2026, Agustinus Tamo Mbapa selaku ketua umum dan Septyarini selaku Sekjen menyebutkan pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi tentang penggunaan terminologi sakral agama dalam narasi kebangsaan di ruang publik.
Selain itu, pertemuan ini juga untuk membahas langkah konkret dalam merawat persaudaraan nasional demi mencegah polarisasi di masa depan.








































