jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut pernyataan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) yang siap mati-matian untuk PSI sebenarnya kental kepentingan pribadi dibandingkan keinginan membesarkan parpol.
Utamanya, kata Dedi, Jokowi berusaha menjaga keluarga eks Gubernur Jakarta itu tetap berkuasa melalui kerja keras di PSI.
"Dengan kondisi itu jelas ini ambisi Jokowi, bukan soal kepentingan parpol lebih besar, karena kepentingan kekuasaan keluarga Jokowi," kata dia melalui layanan pesan, Selasa (3/2).
Dedi membeberkan PSI saat ini menjelma sebagai partai keluarga Jokowi, sehingga wajar eks Wali Kota Solo itu ingin memenangkan partai berlogo Gajah.
Dia mengatakan upaya Jokowi membesarkan PSI tentu berkaitan dengan upaya menguatkan nilai tawar Gibran menuju 2029.
"Upaya penuh Jokowi mendukung PSI tentu lumrah, selain PSI adalah parpol keluarga Jokowi, juga karena Jokowi tidak ada di Parpol lain, pun Gibran sebagai Wapres saat ini sekaligus putra Jokowi," kata Dedi.
Namun, kata dia, PSI tidak bisa bergantung ke Jokowi semata untuk lolos ke Senayan pada Pemilu 2029.
Data menunjukkan bahwa PSI gagal ke Senayan ketika Jokowi memimpin Indonesia dari 2014-2024.













































