jpnn.com - TANGERANG - Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) mendorong anyaman bambu Desa Buniayu, Kabupaten Tangerang, Banten menjadi salah satu kerajinan untuk dipasarkan ke tingkat internasional.
Melalui program ‘The Story Of Buniayu’, mahasiswa LSPR mendampingi warga yang secara turun temurun berpenghasilan dari produksi anyaman bambu.
Pendiri Saung Bakul Buniayu Mardani mengatakan, masyarakat Buniayu konsisten memproduksi anyaman sebagai salah satu mata pencaharian dan melestarikan budaya.
Namun, dia mengakui pemasaran produk melalui platform digital masih sangat kurang.
“Karena memang perajin yang ada di Buniayu ada di rentang usia 35-50 tahun,” katanya kepada awak media, Sabtu (10/1).
Mardani mengatakan bahwa di dalam The Story of Buniayu, anak-anak muda mendapat bekal pelatihan pemasaran secara digital.
“Untuk yang hadir hari ini yang hadir anak, cucunya para perajin sehingga untuk mengembangkan dan menjadikan pasar digital sebagai salah satu cara penjualan,” ujarnya.
Selain pelatihan penjualan secara digital, masyarakat Buniayu juga diarahkan untuk membuat produk anyaman yang lebih ke arah fashion.













































