jpnn.com, JAKARTA - GIZ Energy Programme Director Lisa Tinschert mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industrialisasi seiring pertumbuhan ekonomi dan keberadaan tenaga kerja.
Namun, peluang tersebut juga akan diikuti peningkatan kebutuhan listrik, terutama dari sektor industri.
“Industri merupakan salah satu sektor yang akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan permintaan listrik,” ujar Lisa dalam Katadata SAFE 2026 pada sesi bertajuk Indonesia’s Strategic Wager: Planning Future Demand, Powering Sustainable Growth, Rabu (16/9).
Selain industri, permintaan juga datang dari pusat data, bangunan, kendaraan listrik, hingga elektrifikasi rumah tangga.
Kondisi ini membuat Indonesia perlu menyiapkan sistem energi yang tidak hanya mampu memasok listrik lebih banyak, tetapi juga lebih efisien dan fleksibel.
Menurut Lisa, pusat data menjadi salah satu sumber permintaan listrik yang relatif baru dan masih sulit diproyeksikan.
“Tidak hanya soal seberapa besar pertumbuhannya, pusat data juga memiliki karakteristik beban yang berbeda sehingga perlu diperhitungkan dalam perencanaan jaringan,” tutur Lisa.
Oleh karena itu, kebutuhan listrik dari bangunan juga akan terus meningkat, terutama untuk pendinginan di sektor rumah tangga dan industri.





.jpeg)











































