jpnn.com, ACEH TIMUR - Warga korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, masih tinggal di pengungsian.
Sebab, hunian sementara (huntara) belum dibangun.
Kepala Dusun Ranto Panyang Rubek Jahidin mengatakan pihaknya sudah mendaftarkan dusun mereka untuk menerima bantuan huntara dari pemerintah.
Namun, pembangunan huntara terhambat akses jalan yang sulit.
"Kami masih tinggal di pengungsian. Kami sudah mendaftar untuk huntara, tetapi karena kadang kondisi jalan kami, karena kondisi cuaca, kadang alat enggak bisa masuk,” ujarnya, Sabtu.
Jahidin menjelaskan Dusun Ranto Panyang Rubek merupakan salah satu dusun dengan dampak terparah akibat banjir bandang yang melanda Aceh Timur pada akhir November 2025.
Penduduk Dusun Ranto Panyang Rubek terdiri atas 46 Kepala Keluarga (KK) dan sebanyak 32 KK kehilangan rumah.
Sedangkan rumah yang tersisa mengalami rusak berat sehingga mau tidak mau mereka tinggal di pengungsian.











































