Huntara Belum Dibangun, Korban Banjir di Aceh Timur Masih Tinggal di Pengungsian

2 hours ago 21

Huntara Belum Dibangun, Korban Banjir di Aceh Timur Masih Tinggal di Pengungsian

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Hunian darurat berdiri di Dusun Ranto Panyang Rubek, Desa Sijudo, Pante Bidari, Aceh Timur, Aceh, Sabtu (21/2/2026). Sebanyak 176 jiwa dari 46 KK dari Dusun Ranto Panyang Rubek kehilangan tempat tinggal, fasilitas umum, dan mata pencaharian akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda dusun tersebut pada akhir November 2025. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

jpnn.com, ACEH TIMUR - Warga korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, masih tinggal di pengungsian.

Sebab, hunian sementara (huntara) belum dibangun.

Kepala Dusun Ranto Panyang Rubek Jahidin mengatakan pihaknya sudah mendaftarkan dusun mereka untuk menerima bantuan huntara dari pemerintah.

Namun, pembangunan huntara terhambat akses jalan yang sulit.

"Kami masih tinggal di pengungsian. Kami sudah mendaftar untuk huntara, tetapi karena kadang kondisi jalan kami, karena kondisi cuaca, kadang alat enggak bisa masuk,” ujarnya, Sabtu.

Jahidin menjelaskan Dusun Ranto Panyang Rubek merupakan salah satu dusun dengan dampak terparah akibat banjir bandang yang melanda Aceh Timur pada akhir November 2025.

Penduduk Dusun Ranto Panyang Rubek terdiri atas 46 Kepala Keluarga (KK) dan sebanyak 32 KK kehilangan rumah.

Sedangkan rumah yang tersisa mengalami rusak berat sehingga mau tidak mau mereka tinggal di pengungsian.

Warga dusun-dusun di Aceh Timur masih tinggal di pengungsian karena huntara belum dibangun.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |