bali.jpnn.com, DENPASAR - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Bali pada periode 11 – 17 Februari 2025.
BMKG memperkirakan Sabtu hari ini (14/2), tepat saat Valentine, cuaca buruk yang ditandai hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih mengguyur Bali disertai petir dan angin kencang.
Namun, sejumlah wilayah diprediksi berawan.
Kondisi ini terjadi lantaran berdasarkan analisis BMKG, sebagian besar wilayah Bali memasuki puncak musim hujan.
Monsun Asia diperkirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai terbentuknya pola pertemuan angin (konvergensi dan belokan angin) di wilayah Bali dan kelembapan udara basah hingga lapisan atmosfer atas (200 mb).
Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan aktivitas konvektif dan potensi kejadian cuaca ekstrem berupa hujan sedang – lebat dan angin kencang.
Berdasarkan data pengamatan terbaru Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai dan Pos Kahang-Kahang, curah hujan 24 jam yang lalu di wilayah Bali bagian selatan dan timur tercatat sebesar 69,4 mm dan 73.2 mm, masuk kategori hujan lebat.
Selain hujan, petir dan angin kencang, BMKG memperkirakan potensi gelombang laut mencapai 1.25 – 2,5 meter di wilayah Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan dan perairan selatan Bali.







































