Herbal Bukan Obat, Meluruskan Persepsi yang Masih Keliru di Masyarakat

1 day ago 18

Selasa, 06 Januari 2026 – 21:16 WIB

Herbal Bukan Obat, Meluruskan Persepsi yang Masih Keliru di Masyarakat - JPNN.com Jabar

Ilustrasi tanaman yang sering dijadikan obat herbal. Foto Source for JPNN.

jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Meningkatnya minat masyarakat terhadap produk herbal dalam beberapa tahun terakhir membawa dua sisi yang saling beriringan. Di satu sisi, kesadaran akan pendekatan perawatan berbasis alami semakin menguat. Di sisi lain, masih terdapat persepsi keliru yang kerap menyamakan produk herbal dengan obat medis.

Persepsi tersebut tidak jarang memicu ekspektasi hasil instan. Banyak konsumen berharap produk herbal bekerja dengan cara dan kecepatan yang sama seperti obat, padahal filosofi herbal Nusantara sejak awal tidak dibangun dengan pendekatan tersebut.

Dalam tradisi pengobatan berbasis tanaman, herbal diposisikan sebagai pendukung perawatan tubuh, bukan pengganti pengobatan medis.

Kutus Kutus melihat fenomena ini sebagai tantangan sekaligus tanggung jawab. Sebagai produk herbal yang berkembang dari tradisi dan pengalaman empiris, edukasi publik menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan brand.

“Masih banyak yang menyamakan herbal dengan obat. Padahal, pendekatan herbal lebih menekankan pada perawatan jangka panjang dan keseimbangan tubuh, bukan solusi instan,” ucap perwakilan kutus kutus Arniel dalam keterangan tertulisnya kepada JPNN.com, dikutip Selasa (6/1/2025). 

Arniel menuturkan, kesalahpahaman tersebut sering kali muncul akibat arus informasi yang tidak selalu seimbang. Di tengah gempuran promosi digital, klaim manfaat kerap disederhanakan demi menarik perhatian, sementara konteks penggunaan yang tepat justru terpinggirkan. Kondisi ini berisiko menimbulkan ekspektasi yang tidak realistis, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha herbal itu sendiri.

Dalam praktiknya, Kutus Kutus memilih pendekatan yang lebih hati-hati. Produk tidak diposisikan sebagai jawaban tunggal atas keluhan kesehatan, melainkan sebagai bagian dari upaya perawatan tubuh yang menyeluruh. Edukasi penggunaan yang bijak menjadi salah satu fokus utama dalam komunikasi dengan konsumen dan komunitas.

Pendekatan edukatif ini dinilai lebih bertanggung jawab dalam jangka panjang. Selain membantu konsumen memahami fungsi herbal secara proporsional, langkah tersebut juga berkontribusi menjaga ekosistem herbal tetap sehat dan kredibel.

Fenomena persepsi keliru menyamakan produk herbal dengan obat medis.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |