Haul Ki Ageng Kendil Wesi di Desa Karangtengah Batang: Mengenang Leluhur, Membangun Masa Depan

6 hours ago 18

Senin, 27 April 2026 – 12:26 WIB

 Mengenang Leluhur, Membangun Masa Depan - JPNN.com Jateng

Pengajian umum dalam rangka Haul Ki Ageng Kendil Wesi dan Slametan Baritan di Makam Desa Karangtengah, Subah, Batang, Jawa Tengah pada Minggu (26/4). Foto: Danang Diska Atmaja/JPNN

jateng.jpnn.com, BATANG - Hari itu, makam Desa Karangtengah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tak sunyi seperti biasanya. Hampir seribu jemaah berdatangan, berkumpul di antara nisan-nisan tua dalam satu niat yang sama, yakni mendoakan, mengenang, dan menghidupkan kembali semangat para pendahulu.

Itulah suasana yang terasa dalam rangkaian Haul Ki Ageng Kendil Wesi dan Slametan Baritan yang digelar dua hari berturut-turut pada Sabtu-Minggu (25-26/4/2026). Kegiatan tahunan ini bukan sekadar ritual, melainkan perayaan ingatan kolektif masyarakat Karangtengah, sebuah desa yang menyimpan sejarah panjang perlawanan, kejayaan, dan keterpurukan.

Acara ini diinisiasi bersama oleh Pemerintah Desa Karangtengah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama, Pengurus Makam Ki Ageng Kendil Wesi, para tokoh agama dan masyarakat, serta Jama'ah Thariqah Sadzaliyyah. Tak hanya itu, kegiatan ini juga didukung oleh Muslimat, Fatayat NU, Ansor, dan berbagai elemen organisasi desa.

Malam pertama, Sabtu (25/4), diawali dengan ritual penjamasan dengan membersihkan batu nisan dan area makam Ki Ageng Kendil Wesi. Ini sebagai bentuk penghormatan sebelum tahlil dan doa bersama dipanjatkan.

Esok paginya, ratusan santri dan jemaah khataman Al-Qur'an 30 juz, mengalirkan pahala kepada sang tokoh pendiri desa yang disebut dengan banyak nama: Ki Ageng Kendil Wesi atau Kiai Murdo Sendika atau Raden Mas Said Mujadin atau Raden Surodirejo.

"Haul ini selain mendoakan Ki Ageng Kendil dan para Auliya, juga mendoakan para Umara, Kepala Desa dan perangkat desa yang sudah wafat. Karena Ulama dan Umara adalah saudara kembar dalam hal Khidmah di tengah-tengah masyarakat," ujar Pengurus Makam Ki Ageng Kendil Wesi, KH Sugeng Romadlon.

Pejuang di Era Sultan Agung

Sugeng Romadlon menyampaikan keterangan penting yang selama ini hanya tersimpan dalam tutur para sesepuh. Menurut penuturan leluhur yang dia terima, Ki Ageng Kendil Wesi hidup dan berjuang pada era Sultan Agung, masa ketika perlawanan terhadap VOC menjadi panggilan seluruh tanah Jawa.

Hampir seribu jemaah hadir dalam rangkaian Haul Ki Ageng Kendil Wesi di Desa Karangtengah, Subah, Batang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |