jpnn.com, JAKARTA - Harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat berkisar pada level Rp 2.884.000 per gram pada perdagangan Minggu (19/4).
Analis pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan harga logam mulia diperkirakan akan bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan.
Dia menilai harga emas batangan di pasar domestik masih memiliki ruang untuk merangkak naik mengikuti perkembangan pasar global.
Harga emas mulia diproyeksikan berada pada kisaran Rp 2.898.000 sampai Rp 3.100.000 per gram.
"Kalau seandainya terjadi koreksi, yaitu di 4.703, itu support pertama. 4.703 itu support pertama. Kemudian, logam mulianya di support pertama itu di Rp 2.838.000 per gram. Jadi, ada kemungkinan besar turunnya adalah Rp 30.000," kata Ibrahim melalui pesan suara.
Namun, Ibrahim menerangkan jika tren penurunan berlanjut, harga emas berisiko jatuh ke level yang lebih rendah.
"Kemudian kalau seandainya turun lagi, support kedua itu di 4.441. Jadi, untuk logam mulianya itu di Rp 2.785.000 per gram. Jadi, kalau seandainya memang harga emas turun, kemungkinan akan jebol di bawah Rp 2.800.000 kalau harga emas dunia turun," katanya menjelaskan.
Kendati demikian, Ibrahim menyebut masih terdapat peluang kenaikan jika harga emas dunia mampu menembus titik hambatan atas di tengah penurunan.








































