jpnn.com, KENDARI - Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan bahwa dirinya saat ini belum memikirkan soal maju atau tidak pada Pilgub 2029. Fokus utamanya adalah menyelesaikan tanggung jawab dan pekerjaan untuk masyarakat Sultra.
Pernyataan itu disampaikan ASR menanggapi berkembangnya isu politik usai dirinya berdiskusi bersama Ketua BEM Universitas Halu Oleo, UM Kendari, dan IAIN Kendari pada Kamis (21/5).
"Masih lama kok sudah sekarang diomongin ya. Jadi sebenarnya masih ada empat tahun. Nah berikanlah kesempatan kepada saya dulu untuk bekerja," kata ASR.
Menurutnya, berbagai pembicaraan yang berkembang terkait Pilgub 2029 muncul dalam suasana diskusi santai bersama mahasiswa. Dalam forum itu, ia lebih banyak berbicara mengenai makna kepemimpinan dan tanggung jawab seorang pemimpin kepada masyarakat.
"Nah kalau bicara masalah isu, saya yakin itu mungkin cerita-cerita setelah saya bicara lepas dengan adik-adik. Saya memberikan gambaran bahwa untuk menjadi pemimpin ya harus siap berkorban perasaan," ujarnya.
ASR mengatakan, seorang pemimpin pada dasarnya harus siap mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan masyarakat luas.
"Pemimpin itu adalah pribadi-pribadi yang dikorbankan. Mungkin dia punya banyak keinginan, tapi karena dia berhadapan dengan keinginan orang banyak maka dia harus mengorbankan keinginannya sendiri. Dia harus bisa mengakomodir keinginan orang banyak," jelasnya.
Dalam diskusi tersebut, ASR bahkan memberi gambaran langsung kepada para mahasiswa mengenai beratnya tanggung jawab seorang pemimpin.







































