jpnn.com - Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menilai Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bisa berkantor di Papua ketimbang Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Gibran lebih baik berkantor di Papua, bukan di IKN," kata Jamiluddin melalui layanan pesan, Jumat (3/4).
Sebab, kata dia, Gibran pada Juli 2025 menerima tugas khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan dan menangani persoalan di Papua.
Jamiluddin menilai tugas khusus dari Prabowo sangat berat buat Gibran, karena cakupan Papua yang begitu luas dan kompleksitas persoalan.
"Giran harus memimpin percepatan pembangunan fisik dan infrastruktur di Papua, menangani persoalan HAM dan pendekatan keamanan oleh aparat, serta mengkoordinasikan pelaksanaan pembangunan, yang didampingi Badan Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua," kata pengamat dari Universitas Esa Unggul itu.
Jamiluddin menilai tugas khusus dari Prabowo tidak bisa ditangani Gibran dari jauh, semisal Jakarta atau IKN.
Menurutnya, pekerjaan rumah harus diselesaikan Gibran melalui kehadiran fisik putra sulung Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) itu langsung di Papua.
"Gibran secara fisik idealnya berada di Papua agar dapat melaksanakan tugas khusus tersebut secara efisien dan efektif," kata Jamiluddin.









































