jpnn.com, JAKARTA - Aktris Gwyneth Paltrow mengungkap pengalaman pahit yang dialaminya tak lama setelah perceraiannya dengan pentolan Coldplay, Chris Martin.
Dalam sebuah percakapan terbaru di podcast Good Hang bersama Amy Poehler, dia menyebut pernah “dipecat” dari sebuah proyek film karena dinilai sedang berada dalam sorotan media.
Paltrow mengatakan bahwa keputusan dirinya dan Chris Martin untuk berpisah secara baik-baik melalui konsep conscious uncoupling ternyata membawa konsekuensi yang tidak dia bayangkan.
Pemberitaan besar-besaran mengenai perpisahan mereka membuat pihak industri film menganggapnya sebagai figur yang "terlalu sensitif" untuk dilibatkan dalam proyek pada saat itu.
“Saya seharusnya membintangi sebuah film pada suatu waktu, dan itu terjadi tepat setelah kabar ‘conscious uncoupling’ dengan Chris, dan saat itu banyak pemberitaan keras di media. Saya rasa distributor berpikir, ini mungkin terlalu sensitif untuk disentuh,” kata Paltrow, dikutip Variety, Kamis (8/1).
Dia menambahkan bahwa momen tersebut terasa ironis dan menyakitkan. “Jadi itu luar biasa karena saya sedang bercerai dan kemudian saya dipecat. Jadi sungguh luar biasa,” ujarnya.
Gwyneth Paltrow dan Chris Martin sebelumnya mengumumkan conscious uncoupling pada 2014 melalui unggahan blog panjang yang langsung menjadi viral.
Istilah tersebut bahkan menjadi bahan diskusi publik karena dianggap sebagai cara terlalu halus — dan kadang pretensius — untuk menggambarkan perceraian, sebuah proses yang seringkali penuh luka.















.jpeg)































