Galon Tua Masih Beredar, KKI Sebut Warga Terancam Paparan Zat Kimia

1 day ago 30

Galon Tua Masih Beredar, KKI Sebut Warga Terancam Paparan Zat Kimia

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Galon air minum tua masih beredar di pasaran dan berisiko melepas zat kimia berbahaya bagi kesehatan. Foto: JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Galon air minum guna ulang yang sudah tua dan tidak layak pakai dilaporkan masih banyak beredar di pasaran.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi pelepasan zat kimia berbahaya bisphenol A (BPA) ke dalam air yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menemukan bahwa lebih dari separuh galon yang beredar di wilayah Jabodetabek telah berusia di atas dua tahun.

KKI, bahkan menemukan galon berusia hingga 13 tahun masih dijual bebas kepada konsumen di Bogor.

Ketua KKI David Tobing menyebutkan, dari hasil pemeriksaan di 60 kios, sebanyak 57 persen galon beredar melampaui batas usia aman.

Selain itu, delapan dari 10 galon yang dijual tampak buram dan kusam, yang menjadi indikator kerusakan material plastik.

“Temuan kami menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengawasan dan penarikan produk. Kami bahkan menemukan galon produksi tahun 2012 yang masih beredar,” ujar David saat menyerahkan laporan kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), akhir tahun lalu.

Sementara itu, ahli polimer Universitas Indonesia, Prof. Mohamad Chalid, menjelaskan bahwa galon guna ulang memiliki batas pemakaian.

Galon air minum tua masih beredar di pasaran dan berisiko melepas zat kimia berbahaya bagi kesehatan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |