jpnn.com, JAKARTA - Pembentukan badan PT Danantara Sumberdaya Indonesia ( PT DSI) memicu pertanyaan mengenai potensi perubahan mekanisme ekspor bagi perusahaan nasional.
Terutama, kekhawatiran adanya intervensi terhadap kerja sama perdagangan jangka panjang yang sudah berjalan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap menjaga komitmen yang ada.
Dia memastikan pemerintah tidak akan serta-merta membatalkan kesepakatan yang telah disepakati.
"Enggak kan, pokoknya kami akan menghormati semua kontrak yang ada," kata Rosan di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Kamis (21/5).
Dalam kesempatan tersebut, Rosan menekankan akan menghormasi nilai-nilai dalam kesepakatan bisnis yang bersifat mengikat antara perusahaan dan mitra mereka.
Meski demikian, Rosan memberikan catatan khusus bagi kontrak ekspor yang belum memasuki masa operasional.
Dia menyatakan PT DSI akan melakukan peninjauan kembali terhadap nilai kontrak yang akan dijalankan.






































