Ekonom Sebut Perekonomian Bakal Terguncang jika Selat Bab el-Mandeb Ditutup

8 hours ago 12

Ekonom Sebut Perekonomian Bakal Terguncang jika Selat Bab el-Mandeb Ditutup

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi ekspor-impor. Foto: Dok. JICT

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia harus segera melakukan diplomasi dengan Yaman dan Iran untuk mengantisipasi akan dampak penutupan Selat Bab el-Mandeb.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan selat tersebut merupakan salah satu jalur vital perdagangan global.

Pasalnya kata dia, sekitar 12 persen arus perdagangan dunia melintasinya sebagai rute tercepat dari Asia menuju Eropa dan Afrika.

“Pemerintah harus segera lakukan langkah mitigasi, melobi pemerintah Yaman maupun Iran agar kapal kargo yang memuat barang Indonesia tidak dihambat,” ujar Bhima di Jakarta, Selasa (31/3).

Menurut Bhina, tanpa langkah diplomatik yang cepat, gangguan di Selat Bab el-Mandeb dapat berdampak luas terhadap kegiatan ekspor-impor nasional.

Dia menjelaskan pengalaman pada 2023–2024 menunjukkan gangguan di jalur tersebut mampu memperpanjang waktu pelayaran hingga 15 hari, sekaligus meningkatkan biaya logistik akibat risiko keamanan dan asuransi yang lebih tinggi.

“Kondisi itu membuat biaya logistik naik tajam, baik untuk impor maupun ekspor,” katanya.

Padahal, lanjut Bhima, ekspor Indonesia ke Eropa mencapai 13,4 persen dari total ekspor per Januari 2026, sehingga gangguan jalur tersebut berpotensi menekan kinerja perdagangan luar negeri.

Pemerintah Indonesia harus segera melakukan diplomasi dengan Yaman dan Iran untuk mengantisipasi akan dampak penutupan Selat Bab el-Mandeb.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |