jpnn.com, JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengapresiasi langkah pemerintah yang memilih tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah situasi krisis global.
Kebijakan ini dinilai berdampak positif bagi penguatan ekonomi domestik.
Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, menyatakan bahwa langkah tersebut efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat yang rentan terhadap perubahan harga.
"Daya beli masyarakat terjaga karena inflasi tertahan, terutama untuk kebutuhan pokok dan transportasi," ujar Esther saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Selain itu, kebijakan ini juga berdampak pada kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, dengan tidak adanya kenaikan harga BBM, potensi kepanikan publik maupun gejolak sosial dapat dihindari.
"Mencegah kepanikan di masyarakat dan potensi gangguan sosial akibat kenaikan harga BBM," ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan ini tetap memiliki tantangan dalam jangka panjang. Salah satunya adalah potensi meningkatnya beban anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Selain itu, distribusi subsidi juga dinilai masih berpotensi tidak tepat sasaran, karena kelompok masyarakat menengah ke atas yang memiliki kendaraan pribadi dinilai lebih banyak menikmati subsidi dibandingkan kelompok yang benar-benar membutuhkan.











































