jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan tersebut adalah komitmen pasokan kedelai AS sebanyak 3,5 juta ton per tahun untuk durasi lima tahun ke depan.
Ketua Akindo, Hidayatullah Suralaga, menegaskan bahwa ini merupakan langkah strategis untuk memastikan stabilitas pangan di dalam negeri.
“Komitmen pembelian kedelai merupakan bagian dari upaya untuk menjamin kepastian pasokan kedelai nasional, dan menjaga kelancaran distribusinya,” ujar Hidayatullah dalam keterangannya, Kamis (26/2).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor kedelai Indonesia pada 2025 mencapai 2,56 juta ton, di mana 90% berasal dari Amerika Serikat.
Dengan kebutuhan nasional yang berada di kisaran 2,7 hingga 2,9 juta ton per tahun, angka 3,5 juta ton dinilai memberikan ruang lebih bagi peningkatan konsumsi protein nabati masyarakat.
"Angka 3,5 juta ton memberi peluang meningkatnya konsumsi protein nabati di masyarakat karena pasokannya mencukupi," ujarnya.
Akindo memproyeksikan tambahan pasokan ini akan sangat krusial dalam mendukung program pemerintah, khususnya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).












































