jpnn.com, JAKARTA - Aktor senior Sylvester Stallone mengungkapkan pandangannya mengenai keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk artis peran berbadan kekar itu sebagai “duta khusus” Hollywood oleh .
Stallone mengaku akan menolak tawaran tersebut jika sebelumnya ditawari jabatan itu terlebih dahulu.
Laman Deadline, Minggu (20/9) waktu setempat, mewartakan Stallone mengaku baru mengetahui penunjukan tersebut setelah melihat pemberitaan di televisi. Dia menilai tugas tersebut sulit dijalankan karena kompleksitas industri perfilman Hollywood.
“Saya akan bilang terima kasih dan ciao karena ini mustahil. Hollywood berfungsi dan akan berevolusi. Dia adalah perusahaan dan orang-orang perusahaan tidak akan mau mendengar saya berbicara kepada mereka tentang uang,” kata Stallone.
Bintang “Tulsa King” itu menggambarkan Hollywood sebagai industri yang terdiri atas berbagai kelompok dengan kepentingan masing-masing.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat seorang duta khusus tidak mudah memberikan arahan kepada studio-studio besar.
“Anda tidak bisa masuk dan memberi tahu enam studio bagaimana melakukan sesuatu,” ujar Stallone.
Trump menunjuk Stallone, Mel Gibson, dan Jon Voight sebagai duta khusus Hollywood pada Januari 2025.

















































