jpnn.com, ACEH BARAT - Raut cemas belum sepenuhnya hilang dari wajah ibunda Akbar Maulana saat melangkah masuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh.
Semalaman berada di rumah singgah milik Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, perempuan itu sama sekali tak bisa memejamkan mata.
Pikirannya dipenuhi kekhawatiran tentang siapa yang akan menyuapi makan atau mengurus kebutuhan dasar anak tercintanya jika mereka harus berpisah.
Kekhawatiran itu perlahan sirna saat Kepala RSJ Banda Aceh dr. Hanif menyambut langsung kedatangan mereka.
Akbar tak ditempatkan di ruangan biasa, melainkan dipasilitasi kamar VIP ber-AC lengkap dengan kamar mandi di dalam.
Di ruangan tersebut, sang ibu diperbolehkan tinggal dan mendampingi putranya sepanjang proses pengobatan.
"Mamak Dek Akbar sangat gelisah, tidak bisa tidur semalaman di rumah singgah karena tidak ingin pisah dengan anaknya. Beliau khawatir jika anaknya makan siapa yang suapin, kalau BAB siapa yang urus," tutur Bupati Aceh Barat Tarmizi, saat menceritakan kembali momen pendampingan tersebut.
"Tapi setelah melihat pelayanan untuk Dek Akbar dirawat di kamar VIP satu kamar sendiri yang ada kamar mandinya dan ada AC, beliau menjadi tenang karena bisa menemani Dek Akbar."

















































