Dirut Jasa Raharja: Zero Fatality Perlu Dimulai dari Penguatan Keselamatan Sejak Hulu

7 hours ago 28

 Zero Fatality Perlu Dimulai dari Penguatan Keselamatan Sejak Hulu

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Situasi saat kecelakaan lalu lintas di Tol MBZ KM 23+800 arah Cikampek, wilayah Kabupaten Bekasi, Kamis (22/9) siang. Ilustrasi/Foto: Dokumentasi Jasa Marga

jpnn.com, JAKARTA - PT Jasa Raharja memandang perlindungan masyarakat tidak cukup diwujudkan melalui penyaluran santunan setelah kecelakaan terjadi, tetapi juga dengan memperkuat upaya pencegahan sejak hulu.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menilai menurunkan fatalitas dan tingkat keparahan cedera bukan hanya akan mengurangi beban santunan dalam jangka panjang, tetapi juga menjadi tujuan utama perlindungan masyarakat.

Sebab, menyelamatkan nyawa akan selalu lebih baik daripada memberikan santunan setelah kecelakaan terjadi.

"Karena kami yang berada di ujung penanggungan risiko, kami paling memahami dampak akhir dari setiap kecelakaan, dan itulah yang membuat kepentingan kami sepenuhnya sejalan dengan kepentingan masyarakat," ujar Awaluddin.

Sepanjang 2025, Jasa Raharja menyalurkan santunan sebesar Rp3,22 triliun kepada 153.141 korban kecelakaan lalu lintas atau meningkat 3,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Data tersebut juga memperlihatkan pola kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari masih menyumbang porsi terbesar.

Santunan yang berkaitan dengan kecelakaan kendaraan roda dua mencapai sekitar Rp1,79 triliun, terdiri atas Rp588,03 miliar santunan bagi korban meninggal dunia dan Rp1,2 triliun bagi korban luka-luka.

Menurunkan fatalitas dan tingkat keparahan cedera bukan hanya akan mengurangi beban santunan dalam jangka panjang, tetapi juga menjadi tujuan utama perlindungan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |