jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya resmi melantik Dewan Kebudayaan Surabaya periode 2026-2029 dan langsung menargetkan ruang-ruang publik di Kota Pahlawan hidup dengan pertunjukan seni budaya setiap akhir pekan.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) Dewan Kebudayaan dilakukan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jumat (15/5).
Pembentukan dewan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Dalam pelantikan tersebut, Eri meminta Dewan Kebudayaan tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi segera menghidupkan aktivitas budaya di ruang publik agar lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Saya minta minggu depan, setiap Jumat malam, Sabtu malam, dan Minggu malam, Balai Pemuda dan tempat-tempat lainnya sudah ada tampilan budaya. Kita gerakkan ini supaya budaya jalan, seni jalan, dan ekonomi warga juga ikut bergerak,” kata Eri.
Dia juga memastikan fasilitas publik milik Pemkot Surabaya dapat digunakan seniman lokal tanpa biaya sewa komersial. Menurutnya, kebijakan itu menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku seni dan budaya di Surabaya.
“Balai Budaya jangan disewakan komersial jika yang tampil adalah teman-teman seniman dan budayawan Surabaya. Cukup jaga kebersihan,” ujarnya.
Eri menilai penguatan budaya daerah penting untuk menjaga identitas Arek Suroboyo di tengah perkembangan tren modern. Karena itu, dia mendorong kolaborasi antara seni tradisional dengan konsep hiburan kekinian agar lebih mudah diterima anak muda.





































