jpnn.com, JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang pernah tergabung dalam Kontingen Garuda pertama di UNIFIL 2006, memahami langsung risiko dan kehormatan dalam misi perdamaian dunia.
“Ini bukan sekadar kehilangan bagi TNI, tetapi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Mereka gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia,” kata AHY dalam keterangannya, Rabu (1/4).
Sejumlah kader Partai Demokrat juga memiliki pengalaman dalam misi perdamaian PBB.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bahkan pernah menjabat sebagai Chief of Military Observer di Bosnia pada 1995.
Partai Demokrat menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan, seraya menegaskan bahwa para prajurit tersebut adalah pahlawan kemanusiaan yang mengabdikan diri melampaui panggilan tugas.
Partai Demokrat mengutuk keras setiap serangan terhadap personel UNIFIL.
Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.









































