jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat tiga rumah warga ambruk akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang mengakibatkan tiga orang terluka.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo Puriyono mengatakan cuaca ekstrem terjadi sejak Sabtu (31/1) malam hingga Minggu (1/2) dan menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah.
"Pada Sabtu (31/1) rumah milik Minari dan Junaida di Desa Tenggir, Kecamatan Panji, roboh setelah sebelumnya di wilayah itu diguyur hujan deras disertai angin kencang," kata Puriyono.
Dia menjelaskan sekitar pukul 23.30 WIB dua rumah yang berdampingan tersebut ambruk dan menimpa Junaida bersama dua anaknya, Rendy (15) dan Nur Islamiya Putri (3) yang saat itu sedang tidur.
Akibat kejadian tersebut, ibu dan dua anak itu mengalami luka-luka karena tertimpa reruntuhan bangunan rumah semi permanen.
"Ibu Junaida mengalami luka di kepala, dada, dan kedua kakinya tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan dua anaknya luka ringan, sedangkan ibu Minari selamat karena saat kejadian tidur di teras depan rumah," ujarnya.
Sementara itu, pemilik rumah lainnya, Minari selamat dari kejadian tersebut karena saat kejadian sedang tidur di teras depan rumah.
Selain itu, pada Minggu siang, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan satu rumah warga di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, roboh di bagian belakang.









































