jatim.jpnn.com, PASURUAN - Japan Tobacco International (JTI) Indonesia bersama para pegiat dan komunitas pecinta lingkungan di wilayah Pasuruan dan sekitarnya menggelar aksi tanam pohon serta pembuatan rorak di kawasan hutan lereng Gunung Arjuna, Kabupaten Pasuruan.
Program ini merupakan langkah antisipatif dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus upaya mencegah terbentuknya lahan kritis di area resapan air.
Factory Lead JTI Indonesia Reza Safarzadeh mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif lanjutan JTI Indonesia dalam menjaga konservasi air dan keberlanjutan sumber mata air di lereng Gunung Arjuna.
“Aksi bersama tanam pohon dan pembuatan rorak ini bertujuan menjaga ekosistem hayati serta daerah tangkapan air yang memasok sejumlah wilayah di Jawa Timur. Dampaknya sangat besar bagi kehidupan masyarakat dan roda pembangunan,” kata Reza, Minggu (25/1).
Reza menjelaskan tantangan utama di kawasan resapan adalah penurunan debit dan kualitas sumber air, yang diperburuk oleh perubahan iklim global.
Pola musim yang semakin tidak menentu, di mana hujan cenderung singkat namun berintensitas tinggi, sementara musim kemarau semakin panjang, berpotensi meningkatkan risiko bencana lingkungan di Kabupaten Pasuruan.
“Berbagai aktivitas masyarakat di wilayah hilir, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, hingga pariwisata, sangat bergantung pada kesehatan hutan di kawasan hulu,” ujarnya.
Kondisi tersebut mendorong JTI Indonesia meluncurkan program Tandur Banyu sejak 2022. Hingga kini, sebanyak 7.000 tanaman endemik telah ditanam dan dirawat bersama komunitas perhutanan sosial dan pegiat lingkungan di lereng Gunung Arjuna.









































