Cegah Kekerasan & Tekan AKI, GKMNU Gelar Halaqah Kesehatan Reproduksi Santri

7 hours ago 18

Cegah Kekerasan & Tekan AKI, GKMNU Gelar Halaqah Kesehatan Reproduksi Santri

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon. Foto: source for JPNN

jpnn.com - CIREBON - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong warganya kian peduli dengan kesehatan reproduksi.

Melalui Gerakan Maslahat Keluarga Nahdlatul Ulama (GKMNU), organisasi wadah nahdiyin itu menggelar Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Senin (20/7).

Kegiatan tersebut diikuti para pengasuh pesantren dari Jabar dan Jawa Tengah. Siaran pers Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) PBNU mengabarkan kegiatan itu sebagai upaya mencegah berbagai problem terkait fungsi reproduksi, termasuk menanggulangi kekerasan seksual terhadap santri.

Menurut Ketua Bidang Kesejahteraan Masyarakat PBNU Alissa Qatrunnada Wahid, penyelenggaraan halaqah itu juga merupakan respons atas meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan pesantren, termasuk kekerasan seksual.

"Kegiatan ini juga upaya untuk segera mengantisipasi dan mempersiapkan ekosistem pesantren agar pemahaman terkait kesehatan reproduksinya lebih baik sehingga bisa menanggulangi persoalan kekerasan seksual yang ada di pesantren," kata Alissa di depan peserta halaqah.

Putri Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu berpendapat bahwa pencegahan kekerasan seksual tidak cukup melalui penegakan aturan saja.

Alissa Wahid -panggilan kondangnya- menegaskan pencegahan tindak kekerasan seksual juga harus dibarengi dengan pendidikan yang membangun pemahaman sejak dini mengenai kesehatan reproduksi.

Aktivis berlatar belakang psikolog itu menambahkan selama ini banyak pemahaman yang salah terkait kesehatan reproduksi.

Data Kemenkes menunjukkan AKI Indonesia turun. Namun, AKI di negara lain di ASEAN lebih rendah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |