jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) kembali membuktikan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional dengan merealisasikan pengiriman 1 juta barel minyak mentah dari Aljazair, Afrika Utara, menuju Indonesia.
Hal ini ditandai dengan suksesnya MT Spyros bersandar di Samudra Indonesia atau tepatnya di perairan selatan Cilacap.
Minyak mentah tersebut berasal dari Wilayah Kerja (WK) Migas yang dikelola Pertamina Internasional Eksplorasi & Produksi (PIEP) yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina.
Pengapalan minyak mentah ini menjadi bukti solidnya kinerja operasional PIEP dalam menghadapi tantangan teknis dan logistik di wilayah Afrika Utara.
Kapal pengangkut minyak mentah dari lapangan minyak Pertamina di Aljazair ini menuntaskan pelayaran laut lebih dari satu bulan sejak 24 Desember 2025, sebelum akhirnya bersandar di Cilacap untuk proses unloading.
Saat sandar, kapal terhubung langsung dengan Control Room RU IV Cilacap, memastikan seluruh proses berjalan terpantau dan terintegrasi.
Kehadiran kapal ini menjadi bukti nyata kesiapan infrastruktur Pertamina dalam menerima serta mengolah pasokan minyak mentah secara andal dan profesional.
Kegiatan penerimaan kargo perdana ini disaksikan dari tiga lokasi yang terhubung langsung, yakni Grha Pertamina di Jakarta, Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap, dan lokasi operasional di Aljazair.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan pentingnya pengiriman minyak mentah ini sebagai babak baru operasi Pertamina di wilayah Afrika Utara setelah perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A yang menjamin kelangsungan operasional 25 tahun ke depan.












































