jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) melakukan rebranding nama dan logo untuk produk yang selama ini dikelola bersama PT Pos Indonesia, yakni e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos.
Perubahan ini merupakan upaya strategis untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan dana murah (CASA).
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, langkah ini dirancang untuk menjaring lebih banyak generasi muda untuk bertransaksi di aplikasi Bale by BTN melalui fitur cardless dengan memanfaatkan fasilitas Pos Indonesia yang tersebar hingga di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
“Dengan rebranding ini, BTN dan Pos Indonesia berharap semakin banyak nasabah di daerah 3T dan generasi muda seperti Gen Z yang tertarik memanfaatkan transaksi perbankan dengan fitur cardless yang memudahkan transaksi. Inovasi ini diharapkan akan menjadikan transaksi perbankan lebih mudah diakses dan inklusif, sehingga meningkatkan pertumbuhan dana murah dalam bentuk tabungan dan giro,” ujar Nixon.
Rebranding produk Tabungan BTN Pos, bukan sekadar perubahan identitas. BTN memperkuat pendanaan ritel dengan membidik menargetkan penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan. Seiring ekspansi masif layanan perbankan berbasis digital hingga ke pelosok Indonesia.
"Produk ini akan kami dorong secara agresif. Target kami jelas, menuju angka Rp5 triliun. Tabungan BTN Pos akan kami kampanyekan di daerah-daerah karena hampir di setiap kecamatan ada kantor pos yang lokasinya sangat strategis. Ini yang kita optimalkan," tegas Nixon.
Nixon mengatakan, fitur cardless menggantikan bentuk transaksi konvensional nasabah BTN di kantor pos yang mewajibkan mereka untuk membawa buku tabungan untuk melakukan transaksi.
Hingga kini, BTN mencatat lebih dari 500.000 nasabah e’Batarapos yang didukung oleh hampir 3.000 outlet atau kantor pos di seluruh Indonesia.













































