jpnn.com, JAKARTA - Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyebutkan keputusan mundur petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sisi pertanggungjawaban etik masih dipegang pejabat di pasar modal.
"Langkah beliau ini menunjukkan pertanggungjawaban etik yang baik. Keteladanan seperti ini malah jarang di negeri ini," kata Said melalui keterangan persnya, Jumat (30/1).
Diketahui, Mahendra Sireger dan Inarno Djajadi masing-masing mundur dari Ketua dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Langkah Mahendra dan Inarno sebelumnya dilakukan oleh Iman Rachman dari Dirut BEI pada Jumat (30/1).
Ketiga pejabat itu mundur setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok Selasa (28/1) kemarin dan perdagangan sesi I pada Rabu (29/1).
Said berharap langkah mundur petinggi OJK dan BEI ditangkap positif oleh bursa bahwa masih ada pengurus, regulator dan pengawas sektor pasar modal yang punya integritas.
"Saya kira ini sinyal yang baik untuk menguatkan kepercayaan ke investor," kata anggota Komisi XI DPR RI itu.
Namun, kata Said, langkah mundur petinggi OJK dan BEI tidak cukup untuk lebih membangun kepercayaan investor terhadap bursa.












































