jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan pentingnya menjaga adab dan kesantunan ketika menyampaikan aspirasi di tengah keberagaman pandangan politik bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR serta DPD di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Muzani mengatakan demokrasi yang sehat bukanlah proses penyampaian aspirasi yang dipenuhi dengan celaan.
"Kita boleh berbeda pandangan, tetapi perbedaan itu hendaknya disampaikan dengan budi dan bahasa yang baik," kata Muzani, Jumat.
Muzani pun mengutip bait dari pujangga besar melayu Raja Ali Haji yang tertuang dalam karya legendaris Gurindam Dua Belas terkait pentingnya menjaga adab dalam demokrasi.
"Pujangga besar Melayu dari Pulau Penyengat, Raja Ali Haji, menulis dalam Gurindam Dua Belas, ‘Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa.’ Demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat karena kita semakin keras mencela,” kata politikus senior Gerindra itu.
Muzani mengatakan keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab sebenarnya menjadi kekuatan demokrasi.
"Demokrasi akan menjadi kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab, jika kemerdekaan bicara disampaikan dengan argumentasi, dan jika perbedaan tidak dijadikan alasan penghinaan,” kata dia.







































