jpnn.com, PALEMBANG - Meski mengapresiasi kelancaran arus mudik 2026, Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) memberikan catatan kritis terkait infrastruktur di Pelabuhan Merak, Banten.
Dalam kunjungan kerjanya pada Selasa, 31 Maret 2026, dia menekankan perlunya evaluasi kapasitas dermaga guna mengoptimalkan operasional kapal.
BHS menilai keterbatasan dermaga saat ini menjadi pemicu utama antrean kendaraan yang masih kerap terjadi.
Menurutnya, jumlah kapal yang tersedia tidak sebanding dengan ketersediaan sandar, sehingga performa angkutan penyebrangan Jawa-Sumatera belum maksimal.
Dia pun mendorong sinergi antara Kemenhub, ASDP dan GAPASDAP untuk menambah kapasitas infrastruktur pelabuhan.
“Tadi saya sudah banyak diskusi, kenapa terjadi antrean yang begitu panjang, disaat itu tidak semua kapal bisa beroperasi, dari 72 kapal, secara reguler hanya bisa dioperasikan 28 kapal dan 5 kapal untuk beroperasi di dermaga darurat,” ungkap BHS, Rabu (1/4/2026).
Menurut Kapoksi Fraksi Gerindra Komisi VII DPR-RI ini, keterbatasan tersebut dipicu oleh minimnya jumlah dermaga yang tersedia. Saat ini, Pelabuhan Merak hanya memiliki tujuh dermaga aktif secara reguler.
“Karena kita kurang dermaganya. Saat ini, hanya ada 7 dermaga, yang dimana setiap dermaga beroperasi 4 kapal, berarti ada lebih dari 60 persen armada tidak dapat dioperasikan disaat situasi padat seperti ini," kata BHS.








































