jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi mengaku salah berucap ulama dan pesantren di Madura, Jawa Timur (Jatim) dalam pusaran peredara narkoba.
Habib Aboe sapaan Aboe Bakar Al-Habsyi pun menyampaikan permintaan maaf ke ulama dan kalangan pesantren di Madura hingga masyarakat luas atas kesalahan tersebut.
Legislator fraksi PKS itu bahkan sampai terbata-bata ketika menyampaikan permintaan maaf dan mengaku salah.
"Saya harus mengatakan saya minta maaf. Minta maaf yang dalam, karena menurut saya memang bahasa saya terlalu global dan salah. Sekali lagi saya minta maaf," ujar dia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4).
Diketahui, Habib Aboe datang ke Kompleks Parlemen, Selasa ini untuk memenuhi panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) demi dimintai keterangan.
MKD memanggil Habib Aboe setelah heboh pernyataan legislator Dapil I Kalimantan Selatan (Kalsel) itu terkait pesantren dan ulama di Madura dalam pusaran narkoba.
"Hari ini saya dipanggil MKD memberikan keterangan sehubungan dengan potongan video pernyataan saya," kata Habib Aboe.
Dia mengaku tidak berniat melukai perasaan tokoh dan ulama ketika menyinggung kasus peredaran narkoba di Madura.








































