jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku sebanyak enam calon petugas haji dipulangkan dari pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede.
Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, dipulangkannya enam calon petugas haji karena tidak jujur soal kondisi kesehatannya.
"Laporan yang saya terima sudah ada yang berguguran. Ada setidaknya enam orang. Tiga di antaranya karena sakit," ujar Dahnil dikutip Jumat (16/1).
Dahnil menyoroti ketidakjujuran peserta sejak awal seleksi.
Sebab, beberapa peserta diketahui menyembunyikan riwayat penyakit serius yang berisiko menular atau memberatkan tim, seperti Tuberkulosis (TBC) dan gangguan ginjal.
"Sejak awal masuk tidak jujur menyatakan bahwasanya dia ada sakit. Misalnya TBC atau ginjal yang justru bisa mencelakai teman-teman sekalian. Penyakit seperti TBC itu menular, maka kami memutuskan untuk memulangkan dan menggugurkan haknya," kata dia.
Keputusan tersebut menegaskan bahwa menjadi petugas haji bukan sekadar kesempatan beribadah gratis, melainkan tugas berat yang menuntut kondisi fisik prima atau memenuhi syarat kesehatan (istitha'ah).
Petugas haji harus siap bekerja di bawah tekanan cuaca ekstrem dan kelelahan fisik saat melayani jamaah lansia.














































