jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan langkah yang diambil pasca adanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Venezuela.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, adanya konflik geopolitik ini membuat pemerintah untuk mulai melakukan produksi minyak nasional.
Anggia mengaku, langkah ini merupakan antisipasi Indonesia terhadap gejolak geopolitik yang terjadi di luar negeri.
“Sebagai antisipasi, kami terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional, optimalisasi produksi,” ujar Anggia dikutip Rabu (7/1).
Anggia menjelaskan, langkah-langkah peningkatan produksi minyak nasional meliputi optimalisasi penggunaan teknologi dan teknik produksi.
Hal itu mencangkup fracking, EOR (enhanced oil recovery), serta horizontal drilling untuk peningkatan produksi minyak.
Selain itu, pemerintah juga menawarkan reformasi fiskal, percepatan perizinan, serta peningkatan investasi eksplorasi di wilayah frontier untuk menarik minat investor hulu migas.
Peningkatan produksi juga diupayakan pemerintah melalui reaktivasi 4.500 sumur idle.















































