jpnn.com - RENCANA Indonesia menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS), 19 Februari 2026 nanti di AS, menguak sebagian motivasi Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) untuk Gaza, Palestina. Karena, pada tanggal yang sama, juga dijadwalkan rapat perdana Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump di AS.
Rencana ratifikasi ART terkonfirmasi dari kabar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (pada 11/2/2026) yang menyatakan negosiasi telah berhasil mengubah tarif impor AS dari Indonesia yang semula 32% menjadi 19%. Hal sama disampaikan Mensesneg Prasetyo Hadi, bahwa pertemuan perdana BoP diharap juga untuk penandatanganan tarif dagang Indonesia-AS.
Sementara itu, publik melihat, kritik terhadap keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) untuk Gaza Palestina, lenyap begitu saja setelah pemerintah mengundang pemimpin ormas keagamaan, pesantren dan mantan menlu di istana negara. Sikap mereka berubah drastis dari sebelumnya yang melihat kepalsuan dibalik BoP; hanya demi keuntungan AS dan Israel, semata.
Donald Trump mengeklaim 20 point yang akan dijalankan BoP sebagai New Gaza Project adalah solusi perdamaian untuk Gaza. Suatu proyek transformasi menjadikan Gaza, Palestina sebagai pusat ekonomi modern dengan sistem pemerintahan dan hukum yang terbebas dari Hamas. Skema itu akan melenyapkan peradaban dan kedaulatan bangsa Palestina serta keluhuran budaya dari tanah airnya sendiri.
Kenapa?
Alih-alih memperjuangkan kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka, skema kerja dalam BoP merupakan wujud baru dari pola penindasan, monopoli dan kolonialisme negara adikuasa kepada negara lain dengan dalih membangun perdamaian. Faktanya, Palestina sendiri tidak dilibatkan dalam BoP.
Fakta lain, derita genosida di Gaza dan Aneksasi di Tepi Barat Palestina oleh zionis Israel masih berlangsung. Setidaknya, 357 warga tewas oleh IDF Israel, termasuk perempuan dan anak-anak setelah gencatan senjata, 10 Oktober 2025. Ditambah korban 903 terluka dan 38 orang ditahan. Media Gaza mendokumentasikan 591 pelanggaran gencatan senjata oleh IDF.
Sontak, publik menangkap ada keterikatan antara keikutsertaan Indonesia dalam BoP untuk Gaza dengan ratifikasi ART pada tarif impor Indonesia-AS.










































