Catatan: Artikel ini bukan ditujukan sebagai saran finansial. Untuk mengambil keputusan finansial, kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi ke perencana keuangan profesional.
Tingkat inflasi yang masih berada di atas target, menurunnya harga saham, serta harga emas dan perak yang anjlok, menghiasi berita-berita ekonomi di Australia saat ini.
Hari Selasa ini (03/02), Reserve Bank of Australia (RBA), atau bank sentral Australia, mengumumkan menaikkan suku bunga sebesar 0,25 poin, seperti diprediksi oleh banyak pengamat.
Suku bunga acuan bank sentral Australia menjadi 3,85 persen, naik dari 3,6 persen.
Salah satu alasan menaikkan suku bunga ini adalah untuk meredam inflasi di Australia.
IMF sudah memperingatkan jika inflasi masih akan jadi tantangan bagi perekonomian Australia. Saat ini inflasi berada di angka 3,4 persen, atau masih jauh berada di atas target bank sentral Australia yakni 2 hingga 3 persen.
"Meskipun inflasi turun secara substansial sejak puncaknya pada tahun 2022, inflasi meningkat secara signifikan pada paruh kedua tahun 2025," kata Dewan RBA dalam sebuah pernyataan.
"Dewan sudah memantau perekonomian dengan cermat dan menilai sebagian dari peningkatan inflasi mencerminkan adanya tekanan yang lebih besar. Akibatnya, Dewan merasa inflasi kemungkinan akan tetap di atas target untuk beberapa waktu."













































