jatim.jpnn.com, TRENGGALEK - Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Trenggalek mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dua tower telekomunikasi roboh, puluhan rumah rusak, serta sejumlah ruas jalan tertutup akibat pohon tumbang, Sabtu (24/1).
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Triadi Atmono mengatakan angin kencang terjadi sejak dini hari hingga siang dan berdampak di sejumlah kecamatan, seperti Durenan, Bendungan, Gandusari, Tugu, dan Watulimo.
"Sejak pukul 03.00 WIB hingga siang hari terjadi angin kencang di sejumlah wilayah Trenggalek. Dampaknya cukup luas, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga robohnya tower telekomunikasi," kata Triadi.
Di Kecamatan Durenan, pohon trembesi berdiameter sekitar satu meter tumbang dan menimpa sebuah truk serta sepeda motor. Seorang pengendara motor bernama Saiful Amin mengalami sesak napas akibat benturan dan sempat dirawat di Puskesmas Durenan.
Sementara itu, di Kecamatan Bendungan, sebuah tower telekomunikasi setinggi sekitar 42 meter roboh dan menimpa dapur serta kandang sapi milik warga Desa Botoputih. Di Desa Sumurup, puluhan atap rumah warga juga dilaporkan rusak akibat terjangan angin.
Peristiwa serupa terjadi di Kecamatan Watulimo, di mana tower telekomunikasi setinggi 42 meter roboh dan menimpa dapur rumah warga di Desa Dukuh. BPBD mencatat tidak ada korban jiwa di dua lokasi tersebut, dengan kerugian material ditaksir sekitar Rp10 juta.
Namun, musibah paling fatal terjadi di Kecamatan Gandusari. Seorang warga bernama Suhadi (58) meninggal dunia setelah tertimpa dahan pohon mahoni saat melintas di wilayah Desa Sukorame.
"Korban sempat dibawa ke puskesmas, namun dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban meninggal akibat tertimpa ranting pohon,"' ujar Triadi.










































