jpnn.com, AMERIKA SERIKAT - Musikus asal Los Angeles berdarah Islandia-Tiongkok, Laufey, kembali mencatatkan prestasi di ajang Grammy Awards ke-68.
Dia memenangkan kategori Best Traditional Pop Vocal Album lewat album yang bertitel, 'A Matter of Time'.
Kemenangan tersebut menandai kedua kalinya Laufey meraih piala di kategori yang sama, setelah sebelumnya pada 2024 melalui album keduanya 'Bewitched', yang sekaligus menjadikannya musisi termuda yang pernah menerima penghargaan tersebut.
Dirilis pada Agustus 2025, 'A Matter of Time' dari Laufey membawa berkah sekaligus mendapatkan sambutan yang luar biasa secara global.
Album tersebut berhasil debut di posisi #4 Billboard 200 serta #1 Jazz Albums Chart, di mana album ini masih bertahan di jajaran 10 besar hingga kini.
Melalui album itu, Laufey makin mempertegas warna musiknya yang tetap berakar pada pengaruh klasik dan jazz, yang dicintai, namun tanpa terikat oleh standar atau batasan genre.
Pada proses kreatif album, Laufey bekerja sama dengan dua sosok produser musik yaitu Spencer Stewart, rekan lama yang terlibat dalam dua album sebelumnya, dan Aaron Dessner, produser yang dikenal lewat kolaborasinya bersama Taylor Swift di album 'Folklore' dan 'Evermore'.
Kehadiran Dessner sebagai produser album ini membawa warna baru dalam proses kreatif Laufey, dengan pendekatannya selama ini dikenal peka terhadap sisi emosional dari seorang musisi..






.jpeg)



































