jpnn.com - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut PT Pertamina (Persero) memperoleh keuntungan terbesar sepanjang sejarah ketika dirinya menjabat komisaris utama di perusahaan BUMN itu periode 2019-2024.
Keuntungan terbesar di perusahaan pelat merah itu menurutnya diperoleh pada 2023, yakni sebesar USD4,7 miliar.
"Di masa kami ini Pertamina mencapai keuntungan terbesar dari sejarahnya, tiap tahun naik. Puncaknya di 2023, untuk US$ 4,7 miliar, itu bisa kami laporkan jadi setahun untung," kata Ahok saat bersaksi di sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ahok dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi untuk sembilan terdakwa kasus tersebut. Dia menegaskan fungsi pengawasan Dewan Komisaris berjalan sangat ketat saat dirinya menjabat komut.
Menurutnya, pengawasan dilakukan melalui komite audit dan pemantauan sistem digital. Hasilnya pun membanggakan dengan membawa Pertamina mencatatkan kinerja keuangan paling bagus sejak perusahaan itu berdiri.
Dia juga mengungkap istilah 'Anak Muda' yang disematkan kepada terdakwa Riva Siahaan, Maya Kusmaya, hingga Edward Corne. Mereka dianggap memiliki kemampuan untuk membangun ekosistem digital berupa MyPertamina.
Ahok menilai para terdakwa adalah anak muda cerdas dan paham dengan apa yang menjadi arahan untuk kemajuan perusahaan milik negara itu.
Oleh karena itu, Ahok kecewa usulannya mengubah skema subsidi BBM menggunakan voucher digital melalui aplikasi MyPertamina ditolak pemerintah.











.jpeg)
































