jpnn.com - WASHINGTON - Tim Secret Service (paspampres, termasuk mengurus integritas keuangan negara) Amerika Serikat menembak seorang pria bersenjata dalam baku tembak di dekat perimeter Gedung Putih (kantor presiden AS), Sabtu (23/5) malam setempat.
Pihak berwenang menyebut seorang warga sipil juga terkena tembakan.
Konfrontasi terjadi mulai sekitar pukul enam sore ketika seorang pria di dekat perimeter keamanan Gedung Putih tiba-tiba mengeluarkan senjata dari tasnya dan mulai menembak.
"Secret Service membalas tembakan dan mengenai tersangka yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat dan dinyatakan meninggal. Selama penembakan, seorang warga sipil juga terkena tembakan," kata Kepala Komunikasi Secret Service Anthony Guglielmi.
Tak ada kabar lebih detail soal kondisi warga sipil.
Presiden Donald Trump berada di Gedung Putih saat itu, konon sedang menjajaki negosiasi kesepakatan damai dengan Iran.
"(Trump) tidak terpengaruh oleh insiden tersebut," ujar Guglielmi.
Salah seorang saksi mata, seorang turis dari Kanada, Reid Adrian mengaku mendengar 20-25 suara seperti kembang api.







































