81 Tahun MPR: Merawat Konstitusi dan Menjemut Kompas yang Hilang

2 hours ago 17

Oleh: Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan dan Anggota Badan Pengkajian MPR RI

 Merawat Konstitusi dan Menjemut Kompas yang Hilang

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dan Anggota Badan Pengkajian MPR RI Dr. I Wayan Sudirta, SH. MH. Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com - "Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka." – Soekarno

Delapan puluh satu tahun sudah Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) berdiri sebagai monumen hidup dari kedaulatan rakyat Indonesia.

Lahir dari rahim revolusi, MPR telah melalui pasang surut sejarah dari era Orde Lama yang penuh gejolak ideologi, Orde Baru yang sentralistis, hingga Reformasi yang mendobrak kemutlakan kekuasaan.

Di usia ke-81 ini, kita tidak hanya merayakan bertahannya sebuah institusi, melainkan mengagungkan keberhasilan bangsa ini merawat konstitusinya di tengah hantaman krisis multidimensi.

Perjalanan 81 Tahun: Dari Lembaga Tertinggi Hingga Penjaga Keseimbangan

Sejarah MPR adalah sejarah jatuh bangunnya Republik ini. Sebagai monumen hidup dari kedaulatan rakyat, MPR telah melewati kawah candradimuka di setiap etape zaman, memainkan peran sentral yang berbeda-beda sesuai dengan panggilan sejarahnya.

Rekam jejak MPR selama 81 tahun adalah epos tentang bagaimana sebuah lembaga negara bermutasi, beradaptasi, dan berkorban demi merawat keutuhan bangsa.

Pada awal berdirinya Republik hingga era Orde Lama, cikal bakal MPR yang berwujud dalam Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan kemudian Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), bertugas sebagai benteng penjaga revolusi.

Selamat Ulang Tahun ke-81, MPR. Kembalilah menjadi suluh di tengah kegelapan, dan pandulah bangsa ini menuju pelabuhan kejayaan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |