jpnn.com, JAMBI - Polda Jambi masih terus melakukan penyelidikan tiga kasus pembunuhan yang sempat menjadi perhatian warga beberapa waktu lalu yang belum bisa diungkap.
Direktur reserse kriminal umum (Dirreskrimum) Polda Jambi Kombes Pol Jimmy mengatakan sampai saat ini pihaknya masih punya tugas mengungkap tiga kasus pembunuhan yang menarik perhatian warga dan tim saat ini masih tetap melakukan penyelidikan.
Kasus pertama adalah kematian Kekey (4), bocah yang ditemukan tewas di dalam septic tank Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal di Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, pada 2022 silam.
Kekey dilaporkan hilang secara misterius saat bermain di sekitar kawasan Kuburan Cina, Kelurahan Rawasari. Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam septic tank yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Hingga kini, penyebab pasti kematian dan pihak yang bertanggung jawab belum terungkap.
Kasus kedua menimpa Nasifa (20), yang ditemukan meninggal dunia tanpa busana di bekas kolam galian batu bata di Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, pada Februari 2024.
Penemuan jasad korban sempat menghebohkan masyarakat dan diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Namun, hingga kini pelaku di balik kematian Nasifa masih belum berhasil diungkap.
Sementara itu, kasus ketiga adalah kematian Dedi Putra, warga Jalan Marene, Desa Kasang Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tidurnya pada 19 Mei 2025.
Pada awalnya, kematian Dedi diduga akibat kecelakaan. Namun, keluarga korban merasa curiga lantaran luka lebam di tubuh korban dinilai tidak sesuai dengan dugaan kecelakaan. Kejanggalan tersebut kemudian dilaporkan ke Polda Jambi.








































