jpnn.com, JAKARTA - Xiaohongshu Business baru saja menggelar "Xiaohongshu Business x Singapore Outbound Tourism Forum-2026" di Singapura bersama Singapore Tourism Board.
Ajang tersebut mempertemukan pelaku industri budaya, pariwisata, dan pemasaran digital di seluruh dunia untuk membahas perubahan tren perjalanan wisata luar negeri yang kini makin dipengaruhi selera dan gaya hidup pribadi.
Tren tersebut juga makin terlihat di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), arus kunjungan wisatawan Indonesia ke luar negeri mencapai sekitar 9,16 juta perjalanan sepanjang 2025, meningkat dari tahun sebelumnya.
Singapura menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia dengan pangsa sekitar 13,4% dari total perjalanan wisata luar negeri masyarakat Indonesia.
Pola perjalanan wisata kini mengalami perubahan besar. Wisatawan modern tidak lagi sekadar mengunjungi destinasi populer, melainkan mencari pengalaman yang relevan dengan minat pribadi, gaya hidup, dan kebutuhan emosional.
Berdasarkan data Xiaohongshu periode Januari-Desember 2025, jumlah pengguna aktif bulanan dari kalangan wisatawan yang ingin berlibur ke l?ar negeri mencapai 130 juta orang. Lebih dari 90% pengguna aktif melakukan pencarian in formasi perjalanan wisata melalui platform tersebut.
"Tren "blind box-style travel" atau liburan dengan konsep destinasi kejutan, semakin berkembang karena didorong kebutuhan akan resonansi emosional, rasa ingin tahu terhadap pengalaman baru, serta ketertarikan terhadap gaya hidup lokal yang autentik," kata General Manager, Comnmercial Cross-border & Internet Industry Group, Xiaohongshu, Tim Zhang.
Fenomena serupa juga terlihat di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda urban yang makin mengandalkan media sosial dan konten kreator sebagai referensi utama dalam menentukan destinasi wisata, kuliner, hingga pengalaman lokal yang ingin dicoba saat berlibur ke luar negeri.











































