Update NOTAM: Bandara Soetta, Halim Perdanakusuma & Husein Sastranegara Kembali Layani Penerbangan

1 week ago 60

 Bandara Soetta, Halim Perdanakusuma & Husein Sastranegara Kembali Layani Penerbangan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Calon penumpang melakukan pengurusan check in di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Ilustrasi: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan bisa kembali melayani penerbangan, setelah sempat ditutup sementara karena sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau.

Keputusan tersebut sesuai Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia.

Di mana status resumed operations Bandara Soekarno-Hatta Tangerang pada 8 September 2026 mulai pukul 00.30 WIB, kemudian status resumed operations Bandara Halim Perdanakusuma pada 8 September 2026 mulai pukul 00.40 WIB, dan status resumed operations Bandara Husein Sastranegara pada 8 September 2026 mulai pukul 00.42 WIB.

“Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap. Prosedur pembukaan kembali bandara telah dijalankan termasuk pembersihan abu vulkanis di seluruh sisi udara (air side) yakni area apron, taxiway, runway," ujar Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim.

“Di samping itu juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan,” imbuh Arrie.

Sementara, General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengatakan pembukaan kembali operasional Bandara Soekarno-Hatta dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, termasuk melalui penerapan Air Traffic Flow Management (ATFM) sebagai bagian dari strategi pengendalian arus lalu lintas penerbangan pada fase awal pemulihan.

“Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara dipulihkan secara bertahap,” kata Heru.

Heru menuturkan pengaturan arus penerbangan pada fase awal pemulihan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan, termasuk kebutuhan untuk mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak serta mengembalikan kapasitas apron secara bertahap.

Calon penumpang diimbau untuk senantiasa memantau dan memastikan status serta jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai masing-masing.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |