jpnn.com, TANJUNGPINANG - Tumpahan minyak mencemari kawasan pesisir di Kampung Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Plt Kepala Pangkalan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban Alfaizul melaporkan dari keterangan RT setempat, tumpahan minyak tersebut mulai terlihat sejak tanggal 2 Januari 2026, sekitar pukul 07.00 WIB.
"Tumpahan minyak di sekitar pantai dan disertai bau menyengat, hingga mengganggu kenyamanan warga sekitar," kata Alfaizul di Bintan, Rabu.
Dia mengatakan telah menurunkan Tim Rescue Pangkalan PLP Tanjung Uban guna memantau langsung lokasi tumpahan minyak di Desa Teluk Sasah.
Dari hasil pemantauan di lapangan, kata dia, tumpahan minyak masih terjadi di lokasi kejadian meskipun volumenya sudah mulai berkurang.
Pihaknya belum mengetahui sumber tumpahan minyak yang diduga solar itu.
Upaya koordinasi telah dilakukan bersama pihak-pihak terkait guna mencari asal-usul tumpahan minyak tersebut.
"Kami dan stakeholder terkait akan menyusun langkah-langkah mitigasi sekaligus penanganan pencemaran minyak di perairan Bintan, karena dampaknya dapat merugikan masyarakat pesisir," ucap Alfaizul.















































