jpnn.com - JAKARTA - Spekulasi mengenai keretakan hubungan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Prabowo Subianto mencuat setelah pidato AHY soal kekuasaan dan Pemilu 2029.
Namun, peneliti senior dari Citra Institute Efriza menilai terlalu jauh jika dinamika tersebut langsung disebut sebagai upaya sistematis untuk membenturkan AHY dengan Prabowo menjelang Pilpres 2029.
"Kalau disebut sejak awal ada upaya sistematis membenturkan AHY dengan Prabowo, terlalu dini," kata Efriza kepada JPNN.com, Kamis (10/9).
Dia melihat ada pesan politik lain dalam pidato AHY, yakni upaya Partai Demokrat memperkuat konsolidasi menghadapi Pemilu 2029.
Langkah tersebut dinilai wajar sebagai kepentingan internal partai.
Namun, Efriza mengingatkan adanya persoalan timing.
Pemerintahan Prabowo belum genap dua tahun, tetapi wacana suksesi 2029 sudah mulai muncul ke ruang publik.
"Secara politik, tidak elok jika pemerintahan belum genap dua tahun, tetapi pembicaraan suksesi 2029 sudah mengemuka," ujarnya.

















































