jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa bakti 2025-2030 resmi dilantik pada Sabtu (31/1) di Hotel Alana, Palagan, Sleman. Di bawah kepemimpinan GKR Mangkubumi, organisasi ini ingin menjadi lokomotif ekonomi daerah di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Kadin DIY GKR Mangkubumi menegaskan bahwa fokus utama kepengurusan periode ini adalah mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Kadin DIY bertekad menyinergikan dunia usaha dengan dunia industri dan kerja guna memperluas lapangan kerja.
"Tantangan ke depan memang tidak mudah. Namun, melalui integritas dan semangat kebersamaan, kami yakin Kadin DIY mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar GKR Mangkubumi.
Meski potensi ekonomi Yogyakarta terus tumbuh, tantangan besar menanti di sektor pembiayaan. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan catatan kritis bagi kepengurusan baru.
Anggito menyoroti perlunya strategi matang untuk menghubungkan sektor bisnis dengan lembaga keuangan agar akses modal menjadi lebih terjangkau.
"Saya meminta Kadin mendorong sektor keuangan agar pembiayaan bisa lebih murah dan bermanfaat, khususnya bagi UKM. Saat ini, UKM masih menghadapi problem struktural dalam hal akses bank," ungkap Anggito.
Salah satu pekerjaan rumah (PR) terbesar Kadin DIY adalah membantu pelaku usaha kecil agar lebih bankable (memenuhi syarat perbankan).










































