jpnn.com, JAKARTA - Sebuah studi yang melibatkan peneliti Griffith University, Australia, menemukan penggunaan semaglutide berkaitan dengan penurunan risiko rawat inap psikiatri pada orang dengan gangguan bipolar.
Temuan ini membuka peluang penelitian lebih lanjut mengenai manfaat obat golongan GLP-1 di luar penggunaannya untuk diabetes dan obesitas.
Studi yang dipimpin Profesor Mark Taylor dari School of Medicine and Dentistry, Griffith University, tersebut menganalisis data nasional Swedia terhadap 14.694 orang dengan gangguan bipolar selama periode 2009 hingga 2024. Dari jumlah tersebut, 5.200 orang tercatat menggunakan obat GLP-1.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan semaglutide berkaitan dengan risiko rawat inap psikiatri 21 persen lebih rendah dibandingkan periode ketika individu yang sama tidak menggunakan obat GLP-1.
Semaglutide juga dikaitkan dengan penurunan risiko rawat inap akibat kekambuhan gangguan bipolar sebesar 17 persen.
“Orang dengan gangguan bipolar yang mengonsumsi semaglutide memiliki tingkat rawat inap psikiatri yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan periode ketika mereka tidak menggunakan obat GLP-1,” kata Taylor, seperti dikutip Griffith University.
Menurut dia, temuan tersebut menambah bukti mengenai potensi manfaat agonis reseptor GLP-1 di luar pengobatan diabetes dan obesitas.
Semaglutide merupakan zat aktif dalam obat Ozempic dan Wegovy yang termasuk kelompok agonis reseptor GLP-1. Obat ini digunakan untuk indikasi yang berkaitan dengan diabetes dan obesitas.

















































