jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali Dr. I Wayan Sudirta, SH.,MH, mengajak keluarga korban pembunuhan yang dituduh mencuri ayam, yakni almarhum KD dan siapapun juga untuk bersikap tabah dan tenang dalam menghadapi musibah yang terjadi.

I Wayan Sudirta juga berharap peristiwa tersebut tidak terulang lagi dan hanya terjadi untuk terakhir kalinya.
Sudirta juga meminta aparat kepolisian menegakkan hukum secara adil bagi semua pihak.
Sudirta menyatakan hal itu pada Selasa (28/7), sekitar pukul 14.00 WITA saat diriya turun langsung membawa sumbangan di rumah duka almarhum KD yang meninggal secara tragis akibat penganiayaan massa di Desa Juuklegi, Kecamatan Baturiti, Tabanan,Bali.
Kabarnya massa memergoki korban yang diduga mencuri ayam sabung milik warga Juuklegi, yang konon bisa mencapai harga sekitar Rp 5 juta per ekor.
Menurut informasi yang beredar di media sosial maupun yang dirilis pihak berwenang, tindakan main hakim massa di Juuklegi terjadi, dipicu oleh keresahan masyarakat yang telah lama dipendam akibat warga beberapa kali kehilangan ayam-sabung, sedangkan pelaku pencurian tidak pernah ditangkap dan diadili.
Padahal harga ayam tersebut sangat tinggi dan jumlah ayam yang hilang sudah sangat banyak, sehingga masyarakat menjadi emosional dan terpancing berbuat anarkis.











































