Rupiah Tembus Rp17.600, Harris Turino Soroti Masalah Domestik dan Kepercayaan

4 days ago 35

Rupiah Tembus Rp17.600, Harris Turino Soroti Masalah Domestik dan Kepercayaan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasir Rupiah dan dollar USD Ilustrasi Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut hingga menyentuh level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat. Persoalan tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Gedung DPR RI pada Senin (18/5).

Harris menilai penurunan nilai mata uang ini tidak hanya disebabkan oleh tekanan global, melainkan juga dipicu oleh masalah domestik dan merosotnya kepercayaan investor. Faktor internal yang dimaksud meliputi isu fiskal, defisit transaksi berjalan, serta besarnya arus modal yang keluar dari Indonesia.

Untuk meredam depresiasi, Bank Indonesia dilaporkan telah menerapkan berbagai instrumen stabilisasi moneter. Langkah tersebut mencakup intervensi pasar valuta asing yang menguras cadangan devisa dari 146 miliar, peningkatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) ke angka 6,41 persen, hingga pembelian Surat Berharga Negara. Catatan legislatif menunjukkan BI telah membeli SBN senilai Rp332 triliun sepanjang tahun 2025 dan menambah lagi sebesar Rp133 triliun pada tahun ini. Selain itu, batas pembelian dolar AS juga diperketat oleh bank sentral dari nilai Rp50.000 menjadi Rp25.000.

Harris Turino mengatakan, "Kemungkinan penyebabnya adalah yang Bapak katakan di presentasi tekanan global sangat besar. Ini memang diakui tekanan global sangat besar. Tetapi harus diakui juga bahwa ada masalah serius di domestik, Pak."

Ia menjabarkan lebih lanjut mengenai sejumlah indikator internal yang sedang dihadapi perekonomian nasional saat ini. "Ada masalah di fiskal, ada masalah di current account, ada arus modal keluar dalam jumlah besar dan ada masalah di kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia," tuturnya.

Kondisi pasar modal juga menjadi perhatian karena investor asing yang keluar dari bursa saham tidak mengalihkan dananya ke pasar surat utang negara, meskipun tingkat imbal hasil atau yield terpantau meningkat. Harris pun mengajukan pertanyaan kritis, "Maka pertanyaan kritisnya adalah semua instrumen yang dimiliki BI sudah dilakukan. Tetapi why? Kenapa rupiah tetap berlanjut mengalami depresiasi?"

Menurutnya, situasi tersebut mengindikasikan adanya permasalahan sentimen yang cukup besar di kalangan pelaku pasar. "Seharusnya mereka hanya mengimbangi portofolio antar instrumen di dalam rupiah. Ini saat ini tidak terjadi. Sehingga ada isu kepercayaan di sini yang cukup besar," pungkas Harris Turino. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Harris Turino ke BI: Rupiah turun bukan cuma tekanan global, ada indikasi ketidakpercayaan pasar pada ekonomi Indonesia.


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |